AUTOBIOGRAFI
Di usia ku yang kelima ini aku sering melihat anak-anak kecil
setiap pagi berbondong-bondong pergi ke sekolah setiap aku sedang bermain di
depan rumah sehingga aku meminta Ibu untuk mengajak ku ke sekolah. Di hari
berikutnya Ibu ku mengajak ku ke sebuah TK di desa ku yaitu TK Setyo Rini untuk
mendaftarkan ku sekolah. Aku merasa senang sekali bisa sekolah dan di sekolah
aku mendapatkan teman banyak. Di TK aku diajari belajar menggambar dan
bernyanyi bersama-sama. Lima bulan aku sekolah di TK, kemudian aku pindah ke
desa kelahiranku yaitu desa Bantal dan aku kembali sekolah di TK Melati Siwi,
namun di TK ini aku hanya sekolah selama dua minggu. Alasan ku waktu itu karna
aku ingin segera masuk SD karena disana aku akan diajari menulis dan membaca.
Hingga akhirnya aku bicara sama Ibu untuk memasukkan aku ke SD.
Enam tahun adalah usia ku waktu itu dan aku pun duduk dibangku
SD kelas 1. Aku merupakan murid paling kecil diantara teman-teman ku yang lain,
tetapi aku tidak pernah merasa malu dan aku terus belajar dengan giat. Waktu
aku duduk dibangku kelas lima SD aku mengikuti kegiatan pramuka bersama
teman-teman yang lain. Pada saat hari pramuka tanggal 14 Agustus di kecamatan
ku diselenggarakan kegiatan pramuka yang dilaksanakan dilapangan SMK N 1 Bancak
dan aku pun mengkutinya bersama teman-teman yang lain. Lomba demi lomba aku
ikuti dan mendapatkan juara-juara bersamaa teman-teman ku. Sejak kegiatan
itulah aku mulai menggemari kegiatan pramuka. Saat aku duduk di kelas enam,
sejak itu aku berhenti mengikuti kegiatan pramuka dan sibuk belajar untuk
mengikuti Ujian Nasional. Setiap hari aku belajar dengan serius dan selalu
mengikuti les. Stiap pulang sekolah dan malam hari, serta setiap malam minggu
aku mengikuti mujahadah rutinan di desa ku. Akhirnya saat Ujian Nasional aku
mendapat peringkat lima dari kelas ku, memang buat ku itu belum terlalu puas dengan hasil tersebut,
tetapi aku merasa senang karena setidaknya aku bisa masuk lima besar.
Lulus dari SD aku mempunyai keinginan untuk melanjutkan sekolah
dan tinggal di pesantren, ibuku pun menyetujuinya. Hingga akhirnya aku
mendaftar di salah satu SMP yaitu SMP N 1 Bringin dan tinggal di Pondok
Pesantren Miftahul ‘ullum. Di pesantren aku diajari mengaji Al-Quran serta hadist.
Aku juga sering di ajari bagaimana membangun karakter sebagai seorang santri.
Selama tiga tahun aku tinggal di pesantren. Aku memang jarang pulang, biasanya
satu bulan hingga dua bulan sekali. Hari-hariku aku habiskan di pesantren
bersama santri-santri lain. Lalu Selama aku duduk di bangku SMP aku tidak
terlalu unggul dalam bidang pelajaran, namun aku selalu belajar dengan baik.
Selama aku di SMP aku mengikuti kegiatan yang aku sukai sejak aku duduk di
bangku Sekolah Dasar, yaitu kegiatan pramuka. Waktu kelas tujuh aku aktiv dalam
kegiatan pramuka di sekolah tetapi aku juga tidak meninggalkan kewajiban ku di
pesantren.
Waktu aku duduk di kelas
delapan, aku kembali mengikuti kegiatan pramuka hingga aku kelas sembilan
semester pertama. Dalam kegiatan pramuka di SMP ku aku merasa senan dan
tertantang, saat pelantikan sebaga Dewan Kepemimpinan Penggalang (DKP) semua
anggota calon DKP di kumpulkan di lapakan tengah malam... dan melaksanakan
kegiatan renungan malam serta mencari manggar di tengah-tengah kuburan. Dan
semua itu membuat saya merasa lebih berani ketika saya harus keluar malam
sendirian.Pada saat semester dua kelas sembilan aku kembali fokus untuk
mengikuti Ujian Nasional. Saat detik-detik ujian aku merasa takut, dan kurang
percaya diri, tetapi aku selalu yakin kalau aku bisa mengerjakan ujian dan
hasilnya cukup baik. aku merasa senang bisa lulus dengan nilai yang cukup baik.
Setelah aku lulus SMP aku juga keluar dari pesantren, dan untuk sementara aku
di rumah samil menunggu penerimaan siswa baru.
Selesai sekolah SMP, aku disuruh ibu untuk melanjutkan sekolah
ke SMA tetapi aku menolaknya. Aku ingin melnjutkan sekolah ke SMK karena selain
aku kembali belajar aku juga bisa mempunyai ketrampilan dan siap untuk kerja.
Awalnya setelah lulus aku mendaftar ke sebuah SMK 1 Swasta di salatiga
mengambil jurusan otomotif dan aku mendapat dukungan dari ayah ku, selain itu
aku juga mendaftar ke SMK N 1 Bancak mengambil jurusan Tata Busana. Saat
pengumuman penerimaan siswa baru aku di terima seemuanya, tetapi aku disuruh
memilih di SMK 1 Swasta salatiga sambil di pesantren lagi atau di SMK N 1
Bancak tapi jurusan Tata Busana. Hingga akhirnya aku memilih di SMK N 1 Bancak
karena aku tidak mau tinggal di pesantren lagi dan bagi ku 3 tahun sudah cukup
buat ku untuk tinggal di pesantren waktu di SMP.
Selama aku dduk di SMK aku mendapatkan banyak teman baru dari
berbagai desa, kecamatan, bahkan kabupaten. Awal aku masuk di SMK aku mengikuti
Masa Orientasi Siswa (MOS) selama hampir dua mingu. Satu minggu pertama ku hanya
di ajarka PBB serta latihan fisik, dan saat memasuki minggu ke dua aku
melaksanakan kegiatan seperti pengenalan sekolah, materi dasar yang akan saya
peroeh dan hari terakhir aku mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan
(LDK) selama dua hari. Setelah itu aku mengikuti pembelajaran seperti biasa.
Awalnya aku tidak paham apa-apa tentang juusan tata busana,
tetapi aku berusaha untuk terus belajar, dari dasar-dasar menjahit, cara
mendesain busana, cara menggambar tubuh. Selain terus belajar untuk memahami
jurusan yang aku ambil, aku kembali aktiv di kegiatan pramuka. Namun aku merasa
aneh saat aku masuk dalam organisasi
Pramuka di sekolah ku, pembina pramuka ku yang bernama M.Zaenudin sering sekali
melakkan hal-hal aneh yang membuatku bertanya-tanya. Namun aku tetap
mengikutinya dengn senang bersama teman yang lainnya. Kejailan dan kekonyolan
pun slalu tercipta disela-sela keseriuan kita. Hingga akhir semester sebelum
kenaikan kelas pihak sekolah pun mengadakan acara persami yang dilaksanakan di
bumi perkemahan senjoyo.
Di sana aku kembali
memperoleh pengetahuan serta usaha untuk mecapai apa yang di inginkan. Panas
hujan slalu aku lewati untuk memperoleh apa yang harus ak peroleh. Setelah itu
aku naik ke kelas sebelas. Waktu aku duduk di kelas sebelas di SMK ku
mengadakan acara PKL (praktek kerja Lapangan) atau PRAKRIN yang wajib di ikut
oleh siswa kelaas sebelas sebagai syarat kenaikan kelas selama tiga bulan. Tiga
bulan itu kita tidak mengikuti pembelajaran seperti biasa tapi kita seperti
magang di sebuah butik karna jurusan ku adalah tata busana. Aku pun memilih
butik di salatiga yaitu Kartika Dewi Bridal. Di sana aku mendapat banyak ilmu
baru, dari membuat gaun pestaa , penganti, hingga merias pengantin. Butik
tempat aku PKL merupakan salah satu butik ternama di kota salatia. Selama tiga
bulan aku PKL. Akhirnya Selesai kegiatan PKL aku kembali mengikuti pembelajaran
seperti biasanya. Pelajaran tata busana ini aku di ajarkan cara memuat busana
wanita dan pria yang berbagai macam jenis.
Di kelas dua ini aku juga mengikuti kegiatan pramuka tingkat
pandega. Seleksi calon Bantara pun sangat ketat. Dari mulai mencari jejak di
tengah hutan tanpa membawa bekal sedikitpun selam kurang lebih sembilan jam.
Hingga harus memakan hewan hidu-hidup telah aku lakukan. Semua itu aku lakukan
hanya karna aku igin mengikuti pamuka. Dan akhirnya aku pun terpilih sebagai
anggota bantara. Tugas kami sebagai bantara hanya membantu pembina ssat pramuka
berangsung, namun terkadang kegiatan ramuka di ambil alih oleh bantara. Dan
semua itu berjalan dengan lancar.
Tiba saatnya Liburan semester awal kelas sebelas anggota pramuka
kelas sebelas mengadakan keegiatan long much sepanjang 35 km yang dimulai dari
SMK dan berakhir di bumi perkemahan senjoyo, dalam waktu tempuh 12 jam yang
dimulai pada pukul 08:00 WIB dan selesai pada pada pukul 20:00 WIB. Kegiatan
ini adalah kegiatan yang sangat menyenangkan dan tidak akan aku lupakan.
Berjjalan sepanjang 35 km menurutku sangat menantangku. Perjalan itu pun aku
dan teman-teman ku nikmati dengan senang hati. Rasa lelah pun srasa tak terasa
melihat semangat teman-teman ku yng sangat besar. semua itu terasa rigan aku
jalani karna adanya teman-teman ku yang slalu merasa senang dan ikhlas
menjalaninya.
Seteah tiba di senjoyo kami pun membersihkn badan dan
beristirahat. Hingga keesokan harinya perjalanan pun di lanjutkan menuju desa
Bandungn yaitu Candi gedung songo. Perjalanan kesana kami menaiki truk,
sepanjang perjalanan pun kami bernyanyi berteriak dan bersenang-senang. Hingga
kami tidak sadar bahwa kami telah sampai di tujuan. Di sana kita senang-senang
dan menghilangka rasa lelah. Sarapan pagi pun tak kami lupakan karena dari
semalaman tidak makan. Setelah semua merasa cukup. Kai pun kembali ke sekolah.
Badan terasa emas dan tenaga pun terkuras habis. Setelah sampai rumah aku pun
tidur seharian untuk menghilangkan lelah.
Liburan semester teah
usai, aku pun kembali memulai pembelanjaran seperti biasa. pembelajaran
biasanya berlangsung selama satu bulan tiga puluh hari, setelah itu aku
memenuhi tugas akhir yaitu menyelesaikan laporan PKL . tes kenaikan kelas pun sudah di depan mata aku
kembali mempersiapkan diri dan fikiran ku untuk menghadapi Ulangan Kenaikan
Kelas dan akhirnya semua kembali berjalan lancar. Aku masuk sepuluh besaar
dalam UAS meski tidak mengikuti tiga besar tapi aku merasa senang.
Kini aku duduk di kelas dua belas dikelas inilah aku menentukan
nasib ku bertahan di SMK atau lulus dengan nilai baik. Di sini aku akan banyak
menghadapi banyak ujian mulai dari latihan-latihan soal, try out, ujian
praktek, ujian sekolah, dan ujian nasional. Menurut ku ujian praktek tata
busana ini yang paling sulit membuat satu stel busana kerja dalam waktu 24 jam,
tetapi aku berusaha untuk menyelesaikannya. Begitupun juga ujian praktek
lainnya dan ujian nasional juga sulit buat ku, tetapi aku berusaha untuk
menyelesaikannya dengan baik hingga aku lulus dengan nilai yang cukup baik.
Selama di SMK inilah aku belajar dari yang belum aku bisa sampai
aku mengerti dari dasar busana hingga desainnya. Selama aku di SMK aku di ajari
banyak hal dari membuat busana bayi, busana anak, busana wanita, busana pria,
busana kerja, busana pesta, dan gaun. Hasil yang paling membuat aku bangga saat
aku membuat gaun pesta tradisional dengan desain yang aku buat sendiri, dengan
tema (Ratu Pantai Selatan.dan hasilnya pun dipamerkan saat acara wasanawarsa.
Saat wasana warsa berlangsung aku serasa tak ingin datang
ksekolahan, karna aku harus melihat ibu ku terbaring lemas di rumah sakit. Hari
itu aku tak ingin melakukan apapun selain menunggu ibu ku, untuk beranjak
keluarpun aku tak sanggup. Namun ibu ku slalu membujukku untuk datang ke acara
wasanawarsa kelulusanu bersama bapakku. Ini buka keinginanku meski aku dinytkn
lulus tai semua itu tak membut ku merasa senang dan bangga karena aku harus
meliht ibuk sakit. Namun senangnya aku melihat ibuku tersenyum dan berkata,
“aku bangga dengan mu nak, selamat atas kesuksesaanmu. Kini tiba waktunya kamu
kembali mengejar impianmu”,ujar ibuku.
Lulus dari SMK aku berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan ku
ke jenjang perguruan tinggi. Sebelumnya aku pernah mendaftar di beberapa kampus
di Salatiga, yaitu AKBID ARRUM dan IAIN Salatiga. aku berkeinginan untuk
menjadi seorang dokter karna itu adalah cia-cita ku sejak aku duduk di bangku
sekoah dasar, tetapi cita-cita itu tidak jadi kesampaian karna kurangnya
dukungan dari orangtua ku. Hingga akhirnya aku memilih untuk melanjutkan
sekolah ku ke slah satu perguruan tinggi swasta di Semarang yaitu Universitas
PGRI Semarang. Aku memilih perguruan tinggi ini agar aku bisa menjadi seorang
guru, dan di kampus ini aku mengambil prodi Bahasa Indonesia. Alasan ku
mengambil prodi ini karna saya menganggap prodi ini begitu sulit untuk saya
pahami dan mengerti. Di kampus ini lah aku kembali menemukan teman baru dari
berbagai daerah. Dan selama beberapa tahun kedepan aku akan memperdalam ilmu
pengetahuan ku tentang bahasa, agar aku mampu menggapai cita-cita ku menjadi
seorang guru engan tekat yang kuat, doa, serta dukungan dari orang tua.